melihat yang datang dan yang pergi
hiruk pikuk
dengan lengang

bermuara patah satu-satu
tergemgam atau terlepas
dan dilepas,

di situ, saat-saat ia datang
di mana,
kala menghilang?
serba-serbi mengisi basa-basi
tak basi-basi.

hingga sunyi retak,
diambil para pujangga.
dan para filosof mengaisnya
dengan susah payah.
atau para sufi yang berdiam diri
memungut dengan tabah.

apakah lengang dan hiruk pikuk
adalah detak yang berdenyut?
Surabaya, 06, Oktober 2008

Postingan Populer